Kalurahan Sitimulyo menampilkan "Tarian Getun" dalam Pementasan Selasa Wagen

30 September 2026
ZIA KHUSNULLABIB AHMAD
Dibaca 3 Kali
Kalurahan Sitimulyo menampilkan

Pementasan Selasa Wagen kembali menghadirkan ruang ekspresi seni yang kaya akan nilai tradisi dan filosofi lokal. Kalurahan Sitimulyo turut ambil bagian dengan menampilkan sebuah karya tari kontemporer bernuansa tradisi dari Sanggar Swantitara yang berjudul "Getun".

Tarian "Getun" mengangkat tema yang sangat dekat dengan eksistensi manusia yaitu perjalanan hidup yang berakar pada prinsip dasar penciptaan. Dalam karya ini, prinsip dasar manusia disimbolkan melalui empat elemen alam yang membentuk karakter Air yang tenang, Api yang menggebu-gebu, Udara yang mengikuti dan Tanah yang kokoh.

Di tengah elemen-elemen tersebut, hadir pula ego yang lahir berdampingan dengan karakter manusia. Pertanyaan filosofis yang menjadi inti dari pementasan ini adalah: Apakah ego tersebut mampu mempersatukan berbagai prinsip dasar yang dimiliki manusia, atau justru bermuara pada perasaan kecewa atas sesuatu yang telah terjadi?

Kata "Getun" sendiri menggambarkan rasa penyesalan, instrospeksi, dan perenungan batin atas dinamika kehidupan yang telah dilalui.
Keberhasilan pementasan ini tentu tidak terlepas dari proses kreatif yang matang serta totalitas para seniman yang terlibat. Melalui kepiawaian koreografi Deva Dwi Nurwulan dan Khairunisa, serta penghayatan yang kuat dari para penari Sanggar Swantitara, setiap gerakan tari divisualisasikan dengan apik menggambarkan ketegangan antara emosi, ego, dan kedamaian jiwa.

Partisipasi Kalurahan Sitimulyo melalui Sanggar Swantitara dalam gelaran Selasa Wagen ini membuktikan komitmen yang kuat dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni pertunjukan lokal. Penampilan "Getun" berhasil memikat hati para penonton yang memadati area pementasan, menjadikannya salah satu suguhan seni yang paling berkesan.

Pimpro: Siti Muchlis
Penata Iringan : Agung Widanta
Ketua Desa Budaya : Singgih Nurjono
Pendamping : RR Atika
Monitoring : Kusuma Prabawa